Posts

Showing posts from December, 2025

Mahabarata 4

Jauh sebelum Perang Kurukshetra pecah, Balarama yang dikenal sebagai Pembawa Bajaksudah diliputi kegelisahan. Hatinya terbelah dua. Ia adalah guru ilmu gada bagi Bhima dan Duryodhana. Keduanya bukan orang asing: Bhima adalah iparnya, sementara Duryodhana adalah keponakan sekaligus murid kesayangannya. Membela salah satu berarti mengkhianati yang lain. Bagi Balarama, ikut perang sama saja memilih kehancuran batin. Segala upaya damai gagal. Krishna, adiknya, akhirnya turun tangan, tetapi dengan cara yang unik: ia sendiri ikut Pandawa tanpa senjata, sementara seluruh pasukan Yadawa diberikan kepada pihak Kaurawa. Balarama mengambil jalan berbeda. Ia memilih menyingkir, tidak ikut dalam perang yang menurutnya penuh pertentangan dharma. Untuk menjaga kejernihan hati, ia memutuskan melakukan perjalanan suci menyusuri Sungai Saraswati. Dalam kisah yang disampaikan Vyasa, perjalanan ini bukan sekadar pelarian. Saraswati adalah sungai agung yang pada masa lalu menjadi pusat pengetahuan dan laku...