Posts

Puisi Trading

Tema 5 puisi : Trading Apakah Trading itu? Apakah itu Trading? Mengapa orang Trading? Menghasilkankah Trading? Apakah yang dicari orang yang melakukan Trading?   Apakah orang Trading untuk pengembangan uang? Ataukah hanya untuk perasaan senang? Ataukah Trading hanya untuk Bandar Senang? Apakah Trading lebih banyak kalah atau menang?   Apakah yang paling penting dipelajari sebelum Trading? Apakah anda kalah dulu baru belajar Trading? Apakah yang paling penting diperkuat sebelum Trading? Analisiskah atau menyiapkan Psikologi Trading?   Apakah kamu lebih suka melakukan klik ataukah mendapatkan keuntungan? Apakah kamu hanya melakukan Trading sesuai analisa? Ataukah kamu trading kapanpun kamu mau trading meskipun belum ok saat analisa? Apakah kamu trading selalu mengikuti dan disiplin pada Analisa?   Trading itu bukan perkara melakukan entry sebanyak-banyaknya Trading itu masalah disiplin terhadap hasil analisa Trading buk...

Kembalinya Negeri Surga

  Negeri Kahyangan Di tengah samudra luas yang membelah dunia, berdirilah sebuah negeri yang begitu indah hingga banyak orang menyebutnya sebagai Negeri Kahyangan. Tanahnya subur. Sungainya jernih. Hutan-hutannya lebat dan penuh kehidupan. Matahari terbit dan tenggelam dengan teratur, sementara musim berganti tanpa perubahan yang terlalu ekstrem. Apa pun yang ditanam di negeri itu akan tumbuh dengan baik dan menjadi sumber makanan bagi rakyatnya. Penduduk Negeri Kahyangan hidup dalam kebersamaan. Mereka saling membantu, bergotong royong, dan hidup dalam toleransi. Tidak ada yang benar-benar kelaparan, karena alam menyediakan hampir semua yang mereka butuhkan. Namun ada satu kelemahan yang tidak mereka sadari. Karena hidup terlalu nyaman, mereka tidak merasa perlu menciptakan banyak hal baru. Teknologi berkembang lambat. Pengetahuan tidak menjadi prioritas. Mereka hidup baik, tetapi tidak pernah benar-benar terdorong untuk maju. Jauh di belahan bumi sebelah barat berdiri sebuah nege...

Trader life

  Trading Mengajariku Mengenal Diriku Sendiri Aku sering bertanya-tanya, apa sebenarnya yang salah denganku? Pertanyaan itu muncul setiap kali aku mengingat kembali perjalanan tradingku sekitar lima belas tahun yang lalu. Saat itu aku masih muda, penuh semangat, dan yakin bahwa trading adalah jalan menuju kebebasan. Dalam bayanganku, jika aku berhasil menguasai trading, aku bisa resign dari pekerjaan, bekerja dari mana saja, bepergian ke berbagai tempat, dan tidak perlu lagi berurusan dengan atasan yang suka memerintah atau memarahi bawahan. Karena itulah aku mengikuti sebuah kelas trading yang biayanya sangat mahal menurut ukuranku saat itu. Aku belajar dengan sungguh-sungguh. Aku menghafal berbagai indikator, memahami analisis teknikal maupun fundamental, dan selalu hadir dalam sesi trading bersama meskipun harus pulang larut malam. Di kelas, aku termasuk murid termuda. Banyak teman menganggapku pintar karena aku cepat memahami materi. Di akun virtual, hasil tradingku bahkan menj...

Ruang kaca

Aku menginjak pedal gas semakin dalam. Jarum speedometer terus naik. 120... 140... 160... Lampu-lampu jalan berubah menjadi garis-garis cahaya yang memanjang di tengah malam. Aku tidak peduli. Botol minuman keras yang sudah kosong tergeletak di kursi penumpang. Kepalaku penuh amarah. Penuh kekecewaan. Penuh kebencian. Entah kenapa semua orang yang kupercaya selalu berakhir mengkhianatiku. Aku sudah berkali-kali berganti lingkaran pertemanan. Berkali-kali membuka hati. Berkali-kali mencoba percaya. Namun hasilnya selalu sama. Mereka menikamku dari belakang. Memanfaatkanku. Menertawakanku. Meninggalkanku. "Hidup ini omong kosong..." gumamku. Tiba-tiba cahaya putih menyilaukan muncul dari depan. Aku refleks membanting setir. Ban berdecit keras. Lalu semuanya terjadi begitu cepat. BRAKKK!! Mobil menghantam pembatas jalan. Tubuhku terlempar ke depan. Kaca pecah. Logam berderit. Kemudian mobil itu meluncur ke jurang. Aku masih sadar. Samar-samar. Tubuhku terasa remuk. Darah mengali...