Petruk jadi ratu
#01. Pustaka Jamus Kalimasada Hilang Pagi itu, Kerajaan Amarta diselimuti suasana sunyi. Tidak ada suara gamelan, tidak ada latihan prajurit. Penyebabnya satu: Pustaka Jamus Kalimasada raib. Tanpa pusaka itu, Amarta bagaikan raga tanpa sukma, keropos dan rapuh. Di bangsal Pasewakan Agung, Prabu Puntadewa duduk menunduk. Wajah Sang Dharmaputra yang biasanya bening kini keruh oleh penyesalan. Di sampingnya, Sri Batara Kresna menatap jauh ke depan dengan mata waskita. “Duh, Kaka Prabu,” ucap Kresna pelan namun penuh tekanan, “Musibah ini adalah teguran. Bagaimana mungkin pusaka piandel para Pandawa bisa lolos dari Gedong Pusaka? Siapa gerangan yang mampu mengelabui kewaspadaan Kaka Prabu?” Puntadewa menghela napas panjang. “Aku telah teperdaya, Yayi Prabu. Pencuri itu datang dengan rupa yang sempurna, persis anak kita, Gatotkaca. Tutur bahasanya, gerak-geriknya, bahkan unggah-ungguh-nya tak bercela. Ia meminjam pusaka untuk meruwat tolak bala. Hati ini terlalu mudah percaya.” Tak la...