Posts

Ronde

Image
Bagaimana sebenarnya asal mula minuman yang banyak ditemui di wilayah sekitar Jogja dan Jawa Tengah ini?  Merujuk keterangan laman Budaya Indonesia, wedang ronde sesungguhnya bermula dari minuman pendudung Tiongkok bernama Dongzhi atau Tangyuan.  Minuman hangat ini bisa sampai ke Indonesia karena banyaknya pedagang China di masa lalu yang berdatangan ke daratan Nusantara. Mereka pun memperkenalkan minuman ini ke masyarakat. Tangyuan sesungguhnya memiliki kuah hangat dan manis saja, namun kemudian penduduk Indonesia kala itu mencampurkan jahe sebagai rempah khas untuk memperkaya rasa dari Tangyuan. Selain jahe, rasa manis di wedang jahe juga dibuat menggunakan gula merah atau gula jawa yang lagi-lagi itu merupakan kekayaan bumbu masak Tanah Air.  Dari inovasi tersebut, terciptalah wedang ronde yang begitu kentara dengan kehangatan dan rasa manis wangi jahenya.  Minuman ini sangat pas dikonsumsi pada malam hari, apalagi di tengah cuaca dingin.  Nah, saat...

Legenda 12 Shio

Image
 Bagaimana Hewan-Hewan dari Zodiak Tiongkok Dipilih Zodiak Cina terdiri dari 12 hewan yang masing-masing menguasai satu tahun lunar dalam siklus 12 tahun.  Kepribadian seseorang dikatakan dipengaruhi oleh hewan yang memerintah selama tahun kelahirannya.  Hewan yang memiliki kekuatan ini dalam Zodiak Tionghoa adalah tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jantan, anjing dan babi.  Ini adalah kisah tentang bagaimana 12 hewan dari Zodiak Tiongkok ini dipilih. Dahulu kala, Kaisar Langit memutuskan untuk membuat kalender untuk melacak waktu.  Dia memutuskan untuk membuat kalender siklus 12 tahun, dan setiap tahun akan dinamai menurut nama binatang.  Untuk menentukan 12 hewan yang akan ditampilkan, ia mengatur perlombaan dan mengundang setiap hewan untuk berpartisipasi.  Dua belas hewan pertama melintasi garis itu akan dimasukkan dalam kalender.  Ini adalah kisah tentang bagaimana 12 hewan dipilih. Kucing dan Tikus adala...

Asal usul Kota Banyuwangi

Image
  Ada beberapa versi tentang asal-usul Kota Banyuwangi. Tapi kesamaannya adalah Seorang wanita yang di fitnah dan tidak dipercayai suaminya dan akhirnya terjun ke sungai untuk membuktikan kebenaran. Air sungai berubah jadi bening dan wangi (BANYUWANGI) ·           Raja Banterang, Surati dan Rupaksa  Konon dikisahkan pada zaman dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang raja yang adil dan bijaksana di ujung timur Jawa Timur. Sang Raja mempunyai seorang putra yang gagah dan pemberani bernama Raden Banterang. Raden Banterang suka berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdi dalemnya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang bersama beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Saat berjalan sendirian, Raden Banterang melihat seekor kijang melintas di depannya. Dia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Akibatnya Raden...

Cisuak

Image
 Cisuak atatu lebih dikenal dengan Ruwatan atau Jisha/Zhisha = Tolak bala. Kendai ada benarnya namun pengertian ini tidak sepenuhnya bener. Ada banyak jenis Zhisha, dua diantaranya adalah Li DOu dan An Taisui, sedangkan Quanzhen Longmen juga mengguankan ritual pengobatan yang khas. Tao percaya bahwa manusia hanya bagian alam semesta, dan alam semesta ini memiliki keterkaitan satu dengna yang lain dan tidak dapat dipisahkan. Agama Tao mempercayai bahwa setiap benda yang di alam memiliki fungsi sesuai dengan kaidahnya masing-masing dan dipercaya bahwa Beidou menguasai nasib manusia. Alam semesta ini begitu luas secaa sederhana kita bisa berpikir bahwa kita yang hidup di bumi saja sebenarnya memiliki keterkaitan dengan bulan. Upacara ini dikatakan adalah pengembalian keseimbangan alam semesta dan isinya. Selain mendoakan diri sendiri dan keluarga, penghormatan pada 7 bintang utara dan Taisui juga sebenarnya juga mendoakan kesejahteraan dan kedamaian bangsa dan negara kita. Daoshi aka...

Asal Usul Tangkuban Perahu

Image
Jaman Dahulu kala hiduplah seorang Dewa dan seorang Dewi di kayangan, karena suatu kesalahan mereka dihukum harus ke Dunia. Sang Dewa menjadi seekor anjing bernama Tumang yang berusaha melakukan berbagai kebaikan dengan cara mengabdi pada Raja Sumbing Perbangkara, Sedangkan sang Dewi menjadi seekor babi hutan bernama Wayung Hyang yang berusaha melakukan kebajikan di dalam hutan.  Suatu hari, raja Sumbing Perbangkara berburu ke hutan di tepi kerajaan, dekat dengan tempat tinggal babi hutan Wayung Hyang, Raja Sumbing Perbangkara kebelet kencing dan tanpa sengaja kencingnya tertampung di sebuah batok kelapa. Selang beberapa lama babi hutan Wayung Hyang yang sedang kehausan kemudian meminum air kencing itu dan hamil-lah Wayung Hyang Beberapa bulan kemudian Raja Sumbing Perbangkara kembali berburu ke hutan tersebut, tepat saat Wayung Hyang melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik. Raja Sumbing Perbangkara berburu kijang dan mendengar suara tangisan bayu. Ditemani anjing pemburunya T...

60 Jendral Taisui

Image
  Untuk mengetahui unsur shio anda, ambil angka terakhir dari Shio anda dan click here