Asal-usul Ai Putri
Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang putri yang bernama Ta Ina Luhu dari Negeri Luhu di Pulau Seram. Ia adalah anak dari Raja Negeri Luhu yang begitu bijaksana, baik, dan berbudi pekerti luhur. Suatu ketika Belanda menguasai Negeri Luhu dan seluruh keluarga Raja tewas dibantai Belanda kecuali sang putri yang ditangkap namun berhasil melarikan diri. Singkat cerita, ia diselamatkan oleh kerajaan lain yang bernama Soya. Sang putrid diperlakukan layaknya keluarga kerajaan. Namun, ternyata Putri Ta Ina Luhu dihamili oleh para serdadu Belanda yang menangkapnya. Ia merasa tidak enak merepotkan Raja Soya dan melarikan diri dari Kerajaan Soya.
Sang Putri Ta Ina Luhu ingin
hidup sendiri dengan keadaannya saat ini. Ia kabur dari Istana Soya dengan
menaiki kuda kerajaan dan pergi menyusuri hutan belantara yang dingin dan
mencekam. Setelah berjalan jauh, akhirnya Ta Ina Luhu kelelahan dan terjatuh
dari kuda. Setelah istirahat, Putri Ta Ina Luhu pun melanjutkan perjalanan
dengan berbagai kejadian ajaib yang terjadi. Tempat ia beristirahat kini
menjadi sebuah gunung yang bernama “Gunung Nona”, kemudian pada saat ia memacu
kuda dengan kencangnya, topi yang ia gunakan pun terbang tertiup angin namun
pada saat akan diambil topi tersebut berubah menjadi batu yang kemudian dikenal
sebagai “Batu Capeu”. Selanjutnya, Sang Putri terus menyusuri wilayah pantai
Amasuhu dalam keadaan yang sangat melelahkan dan akhirnya ia pun memutuskan
untuk beristirahat dan minum pada sebuah mata air yang hingga kini dikenal
sebagai “Air Putri”.
Air Putri berada di Pulau
Seram, tepatnya Seram bagian barat. Perjalanan menuju tempat ini dengan
kendaraan bermotor memakan waktu hampir 2 jam dari Piru, Ibukota kabupaten
Seram Bagian Barat. Obyek wisata ini masih sangat alami, bahkan untuk mencapai
tempat ini kita harus melalui jalan tanah yang kurang baik. Kira-kira 1,5
kilometer dari jalan raya Trans Seram, kita harus menyusuri hutan dan menuju
sebuah desa transmigran yang berpenduduk masyarakat suku Buton. Letak Air Putri
berada di pinggir desa ini.
Lama perjalanan dan
kesulitan-kesulitan yang dilalui sekejap terbayarkan ketika sampai di Air
Putri. Sesuai kisah legenda yang menyertainya, Air Putri adalah mata air yang
berada tepat di pinggir pesisir pantai. Oleh karena itu, air tawar yang keluar
dari mata air membentuk sebuah laguna dan bercampur dengan air laut yang asin
dan hangat pada satu titik. Kondisi geografis Air Putri sangatlah unik, sebuah
laguna yang terletak menjorok ke daratan dan membentuk sebuah sungai yang berakhir
di lautan nan luas. Pantai, Laguna, Sungai, air asin, air tawar dan pepohonan
yang teduh menjadi satu di wilayah Air Putri ini.
Namun Ta Ina Luhu
berhasil tertangkap prajurit Kerajaan Soya. Setelah tertangkap, Ta Ina Luhu
memohon kepada prajurit untuk membiarkan dirinya pergi dari kerajaaan. Namun,
permintaan itu tentu ditolak oleh prajurit. Ta Ina Luhu merasa malu bila ia
kembali karena akan merepotkan orang istana atas keadaannya yang hamil. Oleh
karena itu, ia terus memohon agar diizinkan pergi.
Dengan kerendahan
hati, Ta Ina Luhu kemudian bermunajat kepada Tuhan agar terbebas dari kehendak
para prajurit yang ingin membawanya kembali ke istana. Dalam munajatnya ini,
secara ajaib, tiba-tiba Ta Ina Luhu menghilang secara misterius yang membuat
para prajurit kebingungan.
Sejak
menghilangnya Ta Ina Luhu saat itu, ia dikabarkan tidak pernah muncul lagi.
Tidak ada pula yang tahu kabarnya, entah ia masih hidup atau sudah mati.
Setelah peristiwa hilangnya Ta Ina Luhu secara misterius, kemudian mulai
berlangsung kejadian aneh di masyarakat sekitar.
Comments
Post a Comment