Asal usul Suku Asmat

 Fumeripits merupakan seorang dewa yang dipercaya turun ke bumi menjelajah dan memulai petualangan dari ufuk barat matahari terbenam. Dalam penjelajahannya tersebut, Sang Dewa harus berhadapan dengan seekor buaya raksasa dan mengalahkannya. Namun dalam mencapai kemenangannya, Sang Dewa mengalami luka parah dan terdampar di tepi sungai.


Sembari menahan sakit, Sang Dewa harus bertahan hingga akhirnya ia bertemu seekor burung Flamingo berhati mulia. Burung flamingo tersebut yang merawat Sang Dewa sampai ia pulih.

Setelah sehat, Sang Dewa memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut, membangun rumah, mengukir dua buah patung, dan membuat sebuah genderang untuk mengiringinya menari. Pasalnya, gerakan tari Sang Dewa mampu membuat kedua patung yang ia buat hidup dan ikut menari menirukan gerakan Sang Dewa.

Kemudian, dikisahkan bahwa kedua patung itu menjadi pasangan manusia dan merupakan nenek moyang suku Asmat.

Penggunaan nama Asmat sendiri sudah dikenal sejak tahun 1904. Hal ini mengacu pada catatan tahun 1770, di mana sebuah kapal yang dinahkodai oleh James Cook, seorang pelaut Inggris yang mendarat di sebuah teluk di daerah Asmat. Setelah itu, tiba-tiba muncul puluhan perahu lesung panjang yang didayung ratusan laki-laki berkulit gelap dengan wajah dan tubuh yang diolesi warna-warna merah, hitam, dan putih. Konon, penduduk tersebut menyerang dan membunuh sejumlah anak buah dari James Cook. Laki-laki inilah yang kemudian dikenal sebagai penduduk asli suku Asmat.

Comments

Popular posts from this blog

4 raja naga

Asal usul Batu Badoang

Ramayana