Danau Lipan
Dahulu kala, di
Kalimantan Timur terdapat kerajaan di daerah Kutai yang dipimpin oleh seorang
putri bernama Aji Bedarah Putih. Nama tersebut diambil karena ia senang
menyirih lalu menelan airnya.
Sebagai bentuk penghormatan, sang putri pun menjamu raja dengan berbagai
makanan. Sambil menyantap makanan dengan raja, sang putri diam-diam
memperhatikan cara makan tamu kehormatan tersebut. Raja makan dengan
lahap dan rakus. Hal tersebut membuat sang putri merasa jijik dan tersinggung.
Dia merasa cara makan raja telah memperlihatkan ketidakhormatannya dengan sang
putri.
Setelah selesai makan bersama, sang putri pun langsung mengatakan isi hatinya
yaitu menolak lamaran raja. Mendengar hal itu raja pun bertanya apa sebab
dirinya ditolak oleh. Dengan tegas sang putri mengatakan bahwa ia tidak
suka dengan cara makan raja yang seperti binatang. Setelah mengatakan hal
tersebut diablangsung pergi berlalu meninggalkan raja yang marah.
Raja dari China tersebut sangat marah, tidak hanya
karena lamarannya ditolak, tetapi karena ia juga merasa dihina. Dengan
perasaan marah dan murka, dia pun kembali ke negaranya.
Berbulan-bulan telah berlalu, sang raja tiba-tiba kembali ke tanah Kutai dan
mendatangi kerajaan sang putri. Namun kedatangan kedua ini bukan untuk
melamarnya kembali, tetapi dengan membawa pasukan untuk menyerang kerajaan
tersebut. Pasukan raja China yang sangat banyak itu langsung memasuki
kerajaan Putri Aji Bedarah Putih dan membunuh siapapun yang mereka jumpai.
Dengan banyaknya pertumpahan darah di kerajaan tersebut, Putri Aji Bedarah
Putih mulai khawatir dengan keadaan istana. Dia khawatir kerajaannya akan
runtuh dan direbut oleh raja dari China. Sang putri juga merasa bahwa dirinya
juga akan dibunuh oleh pasukan yang banyak itu. Melihat semakin banyaknya
pasukan istana yang mati, Putri Aji Bedarah Putih segera mencari sirih dan
pinang lalu mengunyahnya. Sembari mengunyah sirih dan pinang ia berkata dalam
hati, “Apabila benar kesaktian dari nenek moyangku itu nyata, maka ubahlah
sirihku menjadi lipan-lipan ganas yang akan menyerang raja dari China dan
pasukannya itu.” Kemudian sang putri berdiri dan langsung menyemburkan
isi mulutnya ke bawah menara. Di sini lah awal mula Cerita Rakyat Kalimantan
Timur, Legenda Danau Lipan itu muncul.
Tiba-tiba
sirih-sirih tadi berubah menjadi lipan ganas yang menyerang pasukan dari China.
Mereka dibunuh oleh lipan-lipan yang menggigit ganas sampai akhirnya mereka
mundur. Lipan-lipan yang ganas itu tetap mengejar mereka dan menghabisinya
sampai tak tersisa. Bahkan kapal-kapal mereka pun sampai tenggelam ke dasar
laut akibat ulah lipan ganas. Tempat tenggelamnya kapal tersebut berubah
menjadi perairan yang dangkal dan saat ini dikenal dengan Danau Lipan.
Begitulah kisah Cerita Rakyat Kalimantan Timur, Legenda Danau Lipan.
Comments
Post a Comment