Mahabarata part 3

 Kurawa disini merupakan lambang dari 100 keinginan kebodohan pikiran. 100 disini bukan angka sesungguhnya melainkan melambangkan banyak.

Destarata melambangkan Ego yang buta dan dapat melahirkan banyak keinginan. Ada keinginan baik ada juga keinginan jelek. Nama kurawa kan bisa dengan Su (baik) ataupun dengan Dur (jelek). 

Gandari melambangkan pikiran dan cinta buta seorang ibu. Karenanya keinginan adalah anak dari pasangan orang tua buta: pikiran dan ego

Disisi lain Pandawa melambangkan Panca indra. Mereka semua menikahi Drupadi yang mewakili Kresna Hitam. Hitam disini mewakili kemarahan. Perkawinan Pancaindra dan kemarahan membuahkan bencana ketika melawan keinginan seperti ketika Pandawa mengunjungi Paseban Kurawa untuk bermain dadu. Karena lebih percaya pada nasib, bukan tindakan, mereka berjudi dengan keinginan, lalu kehilangan segalanya. Amarah dipermalukan dan dilucuti oleh keinginan dan nasib. 

Pandawa juga melambangkan kebajikan. 

Kresnalah yang membawa Pandawa (kebajikan) dan Kurawa (keinginan) ke kurusetra. Kresna adalah jiwa yang universal (Paramatma) disini hitam yang menjadi makna kresna melambangkan keluasan dan kedalaman. Kebajikan pasti kalah tanpa bantuan jiwa universal. Kurusetra mewakili jiwa. Dengan bantuan Jiwa Universal, Kebajikan menang melawan keinginan

Kekalahan Kurawa bukan karena kalah kekuatan tapi kalah mental. Pandawa menang karena cerdik ahli strategi tapi terkesan menghalalkan segala cara bukan karena kebaikan juga. Kubu Pandawa awalnya terkesan kaku terhadap sistem kasta, aturan. Kurawa terkesan memandang orang dari kemampuan bukan dari kasta. Tapi karena Suyudana sulit mengendalikan emosi saat ditertawakan di indraprasta dan melihat kesengsaraan bangsa naga. 

Comments

Popular posts from this blog

4 raja naga

Asal usul Batu Badoang

Ramayana