Sedulur papat limo pancer

Sedulur papat ini konon mulai muncul saat pria dan wanita mulai bertatapan mata dengan penuh cinta yang membangkitkan sperma dan ovum. Saat pria dan wanita bersenggama sel sperma terlepas di vagina yang gelap bergetar lincah untuk mencari sel ovum di rahim dan akhirnya mereka harus memilih jalan dipersimpangan, ovum yang sudah matang dan siap dilepaskan ada di ovarium kanan atau kiri. Sel Sperma ini berwarna putih dan sel ovum berwarna merah. Setelah mereka bertemu dan bergabung menjadi morula lalu menempel di dinding rahim dan membentuk sedulur papat limo pancer (di Bali disebut Kanda Pat). Selama di rahim Sedulur Papat ini menemani dan melindungi si jabang. Saat pria dan wanita saling berpandangan. Arwah yang akan menjelma menjadi manusia ini bersama sedulur papatnya sudah siap masuk ke dalam rahim. Saat morula sudah menempati rahim, sang arwah bertapa dalam gua rahim selama 9 bulan. Setelah akan tiba saat kelahiran ini adalah saat paling menyedihkan. Sedulur papat ini siap untuk membukakan jalan lahir, melindungi bayi saat melewati jalan lahir, mendampinngi bayi, membungkus bayi, mendorong bayi agar cepat keluar. Setelah bayi keluar sedulur papat ini bentuk fisiknya masih ada namun tidak hidup lagi karena itu bayi menangis karena harus berpisah dengen sedulur papatnya. Namun sedulur papat ini akan tetap melindungi bayi itu hingga saat kematian bayi tersebut dalam bentuk tubuh spirit atau energi. Bahkan sedulur papat ini bisa memberikan petunjuk hidup pada si bayi. Tapi seringkali setelah lahir bayi ini meluapkan sedulur papatnya dan hilang kontak dengan sedulur papatnya.

Setelah bayi berumur 2 bulan sedulur papat ini akan datang memberikan penyakit untuk mengajarkan bahwa hidup itu tidak selalu sehat

Sedulur Papat Lima Pancer adalah istilah Jawa yang memiliki makna filosofis dan spiritual yang dalam. Filosofi Sedulur Papat Lima Pancer mengajarkan tentang kesatuan wujud manusia ketika lahir ke bumi. Secara singkat, masyarakat Jawa menggunakan istilah sedulur papat limo pancer yang memengaruhi dalam diri manusia.

Istilah sedulur papat limo pancer ini merupakan warisan budaya Sunan Kalijaga pada abad 15-1, Istilah ini konon ditemukan pada Suluk Kidung Kawedar, Kidung Sarira Ayu pada bait ke 41-42. Sedulur papat limo pancer dipercaya sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi dalam diri manusia, terdiri dari empat hal dan kelima hal.

Sedulur papat ini sifatnya positif. sedangkan kita itu bersifat netral. Saat manusia bisa menetralkan diri bisa melihat positif dan negatif secara utuh

Sedulur papat ini tercermin dalam tulang, kulit, darah dan daging manusia. Karena itu tubuh ini harus dijaga dengan baik. di dalam tubuh ada DNA dan memori. Makanya harus dijaga agar saat kembali juga harus dalam keadaan baik

  • Kulit sebagai sensor getaran, frekuensi, energi. oleh karena itu bila ada kedinginan bisa merinding, atau saat di tempat yang energinya berbeda bisa merinding-merinding 
  • Darah sumber keinginan manusia. makin banyak keingan apalagi bila keinginannya ditekan darah makin bermasalah bisa darah tinggi, dll. Kuncinya harus dekat dengan alam. karena saat dihutan tidak ada yang diinginkan. hanya keinginan dasar makan, minum, tidur, buang air

Arti Simbolis
1. Sedulur
Makna pertama dalam istilah ini adalah “sedulur” yang berarti “saudara.” Hal ini mencerminkan nilai persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Konsep sedulur mengajarkan untuk saling membantu, mendukung, dan menghormati satu sama lain sebagai bagian dari ikatan sosial yang erat.

2. Papat
“Papat” memiliki arti “empat.” Simbol ini melambangkan empat arah mata angin, yaitu utara, selatan, barat, dan timur. Dalam budaya Jawa, empat arah ini melambangkan keselarasan dan keseimbangan dalam hidup, serta mengajarkan tentang pentingnya memiliki pandangan yang luas dan menyeluruh dalam menghadapi kehidupan.

Empat ini juga bisa diartikan dengan 4 unsur di alam semesta

3. Lima
“Lima” melambangkan angka lima, yang memiliki banyak makna dalam berbagai budaya, termasuk dalam kepercayaan Jawa.
Dalam Sedulur Papat Lima Pancer, angka lima ini menggambarkan lima unsur alam yaitu bumi, air, udara, api, dan eter. Lima unsur ini dipercaya sebagai elemen-elemen dasar yang membentuk seluruh alam semesta dan kehidupan manusia.

4. Pancer
“Pancer” berarti “pancaran” atau “sinar.” Simbol ini melambangkan kebijaksanaan, pencerahan, dan kejernihan pikiran. Dalam konteks ini, “pancer” mengajarkan pentingnya memiliki wawasan yang baik, berpikiran terbuka, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Diharapkan manusia berada dalam satu wadah yang sama dalam pancer ini.

Setelah mengetahui makna simbolisnya, berikut ini sedulur papat limo pancer menurut Primbon Jawa:

1.      Kakang Kawah / Wahman / tirtanata / Anggapati

Kakang Kawah adalah sebutan dari air ketuban yang melindungi bayi dalam janin dan membantu manusia dilahirkan ke dunia. Pada proses melahirkan, air ketuban keluar pertama kali. Oleh karena itu, masyarakat Jawa menyebutnya Kakang, yang berarti Kakak. Kakang Kawah ini secara metafisika sebagai saudara penjaga dan pelindung. Kakang Kawah ini adalah sedulur putih yang berada ada di Timur. kekuatannya sebagai penyembuh, memurnikan, meruwat, membersihkan energi negatif. Merupakan sedulur Budhi/Kesadaran, weton Legi, unsur air, berhubungan dengan pendengaran. Jika orang penuh ketegangan, perasaan tertekan bisa jadi pendengarannya terganggu, dan jantungnyapun terganggu. Merupakan jelmaan dari Dewa Iswara. Saat dihubungkan dengan Budha merupakan Budha Aksobhya yaitu Buddha kebijaksanaan yang terlahir sebagai Sang Korsika, berdaya untuk menghancurkan amarah dan benci

Anggapati ini terhubung dengan organ telinga dan berdiam di jantung. Dari telinga ke jantung terhubung nadi yang sangat kecil. Lubang telinga ini adalah pintu dari getaran suara dari luar. Dengan kekuatan Anggapati kita bisa terganggu oleh suara yang merdu ataupun yang fales. Dari pendengaran bisa memicu ketegangan, perasaan tertekan dan sebagainya yang terakumulasi di jantung, ketegangan ini bisa berubah menjadi amarah yang membuat ritme jantung tidak karuan. Karena itu suara musik yang berdegup kencang atau suara teriakkan bisa membuat jantung berdegup dengan kencang.

Tiba saat kelahiran kakang kawah ini membuka jalan lahir, membasahi vagina ibu agar jalan lahir mulus dan si bayi bisa lahir lancar. Setelah lahir, kakang kawah ini masuk ke tubuh kita melalui kulit menuju ke jantung dan berdiam di jantung. Saat bayi berumur 2 bulan kakang kawahbini memberikan penyakit demam. Setelah lahir air ketuban ini menyatu dengan alam menjadi air laut, danau, air yang menjaga sawah, dll. Ada juga yang tetap berada dalam diri si anak menjadi keringat yang melindungi dari panas dan kering, menjaga kelembaban kulit, mendinginkan tubuh bila suhunya mulai memanas melebihi 36-37C, sehingga bersama dengan prajapati menjaga suhu agar seimbang pada angka 36-37C.

Sesajen yang tepat untuk kakang kawah adalah sega putih adalah ubo rampe yang berupa nasi putih yang dibuat tumpeng dan disajikan dengan lauk.

mempunyai kekuatan segara tanpa tepi. maka untuk bisa menguasai kekuatan kakang kawah ini. Bisa mendapatkan semua pengetahuan dari jalan mana saja. Yang menguasai pengetahuan apa saja yang tanpa batas akan menguasai kekuatan untuk semua hal. Semua ilmu dia mengerti tak terbatas jadi diajak bicara tentang apa saja dia mengerti, ditanya apa saja dia bisa jawab. Sumber pembelajarannya tidak dari 1 sumber saja. Ilmu datang terus. Dia akan menjadi I Ratu Ngurah Tangkeb Langit menjadi raja yang menguasai langit yang melingkupi semuanya dan tanpa batas, melingkupi semua benda yang ada di angkasa yang sunya, termasuk planet, dan bumi adalah salah satu planet yang dia kuasai, dan dibumi terdapat segara (laut) dan lautan energi yang mengisi kekosongan di semesta tanpa batas. Saat dunia ini kosong ada pola energi yang membentuk spirit dan material. Energi I Ratu Tangkeb langit ni yang menghubungkan kita dengan energi semesta. Saat kita menyatu dengan I Ratu Tangkeb langit kita bisa melihat Tuhan dimana-mana yang mengisi ruang kosong (di orang lain, di burung, di pohon, dll). Kita tidak lagi ingin menguasai makhluk lain karena ada Tuhan dalam diri makhluk itu. Karena I Ratu Tangkeb Langit ini orang jadi disegani semua makhluk. Energi, frekuensi, dan vibrasi kita akan selaras dengan semesta ini. I Ratu Ngurah Tangkeb Langit ini juga mampu mengendalikan sifat hewan dalam diri manusia, sifat manusia yang selalu dikuasai egonya. Misalnha ular yang suka membelit dan mencekik korban dengan utang, selalu dalam mode fight or flight, dll. Dengan bantuan I Ratu Tangkeb Langit manusia bisa belajar mengenali diri, melatih diri, menyadari diri hingga akhirnya dapat mengendalikan diri, pikiran, perbuatan dan ucapannya hingga akhirnya bisa mengerti isi dari lontar tanpa tulisan. Saat mempelajari kesaktian ini akan mengantarkan kesadaran pada kerendahan hati yang mendalam, akan mengerti bahwa sejatinya tidak ada saat dimana manusia beehenti belajar di kehidupan ini. Karna sebanyak apapin ilmu yang dikuasai akan selalu ads banyak hal lain yang tidak diketahui. Saat mempelajari segara tanpa tepi kita tidak akan lagi ingin mengejar ilmu harta tahta dan cinta karena kita sadar semua itu tak terbatas dan mustahil mencapai tingkat tertinggi dan tak ada kesombongan dalam diri kita sebab diatas langit masih ada langit. Pada akhirnya segara tanpa tepi bisa membuat kita lebih menghormati orang. Letak Segara Tanpa Tepi ini terdapat di otak kita yang mengendalikan emosi, perasaan dan pikiran kita. Jadi setelah lahir kakang kawah ini masuk ke tubuh melalui kulit menuju dan berdiam di jantung (menjadi Anggapati) setelah menjadi kita mengenalinya dan di berubah menjadi I Ratu Tangkeb Langit dia berpindah ke otak. Dalam pikiran ini terdapat pikiran bawah sadar (yang mengendalikan kurang lebih 85% yang berfungsi mengatur emosi, perasaan,, kebiasaan, konsep diri, memori jangka panjang dll, dan pikiran sadar yang mengendalikan 15% yang berfungsi untuk menilai, mempertimbangkan, memory jangka pendek, dll). Lapisan pikiran ini menurut tantra ada beberapa lapisan yaitu Citta adalah lapisan terluar pikiran yang berfungsi menerima rangsangan dari panca indra, dari luar diri, ataupun dari dalam diri. Buddhi adalah lapisan yang lebih dalam, menerima apa yang dierima citta, semua stimulus ini diteruskan ke ahangkara, dalam ahangkara rangsangan (stimulus) direspon dalam bentuk tindakan. Kesaktian Segara tanpa Tepi ini adalah cairan putih yang disebut tirta amerta sweta kamandhalu (danau otak) ditengah danau tumbuh teratai berkelopak 4 dan pada putiknya berdiam Bapa Akasa. Teratai ini tumbuh ditengah otak yang tidak lain tidak bukan adalah pineal gland. Pineal gland ini mendapat kekuatan surya chandra dari kedua mata dan memancarkan dari 7+2 celah di kepala (2 mata, 2 telinga, 2 hidung, 1 mulut, 1 ubun-ubun dan 1 kening). Saat bisa mengakses kesaktian I Ratu Tangkeb Langit berupa segara tanpa tepi, kita terbebas dari dualitas, kita bisa berada di poros roda yin yang. Kita tidak lagi terganggu oleh perbuhan, perbedaan maupun kesamaan, kita lebih bisa menerima semua yang ada di dunia ini.  Segara tanpa tepi ini pengetahuan yang sangat luas tapi juga membentengi kita dari sikap sombong karena pintar. Kita akan bersikap bersahaja, rendah hati. Akhirnya kita terbebas dari kemarahan saat dihina orang lain, kita bebas dari dualitas, tahan terhadap segala cuaca

Saat kita lahir Anggapati / Bhuta Pethak yang berwarna putih ini mengendalikan unsur tanah dalam tubuh masuk tubuh melalui kulit berdiam di jangtung mengikat jiwa dengan energi jantung dan terhubung dengan pusat hati melalui nadi yang mengalir sari kehidupan. Saat kematian datang Anggapati ini melepaskan ikatan keluar dari jantung dan melalui kulit, jiwa akan terlepas dari ikatan dengan badan bersamaan dengan itu air suci tirta amerta sanjiwani yang berwarna putih dan mengalir di nadi penghubung antara jantung dan pusat hati akan mengering terserap jiwa. Saat kita meninggal kita akan menjadi yamadipati saudara ini akan menjadi sang Suratma = suratan Atma. ini adalah sebagian diri kita yang mencatat segala perbuatan kita di kehidupan ini. 

2.      Adi ari-ari / plasenta /  Ariman / Sinotobrata/ Bhuta jenar / Banaspati,

Plasenta adalah ari-ari yang keluar setelah bayi dilahirkan dan disebut Adi, yang berarti adik dalam bahasa Indonesia. Merupakan saluran makanan, merangsang pertumbuhan janin bagi janin. Menghujam dinding rahim untuk menyerap darah ibu agar bisa mengalir pada si janin, sebagai saluran yang mengalirkan oksigen dan carbondioksida dari janin ke ibu, merangsang pertumbuhan janin, merangsang progestron dan hormon lain yang memperkuat dinding rahim dan membentuk barrier dalam rahim agar zat berbahaya tidak dapat sampai pada tubuh si janin, mengirim antibodi yang membantu melawan kuman. Adi Ari-ari merupakan saudara yang mendorong seseorang untuk mencari nafkah, kemakmuran,kekayaan, kesejahteraan, menetralisir racun, memberi perlindungan pada rumah dan keluarga, menangkal ilmu hitam dan memelihara kehidupan. Ari-ari ini adalah saudara kuning yang berada di Barat. Merupakan saudara manah/Pikiran, unsur angin, weton Pon. berhubungan dengan penglihatan. Jika orang penuh ketakutan dan kecemasan ginjalnya bisa terganggu dan penglihatannya juga terganggu. Merupakan penjelmaan dari Dewa Siwa.

Saudara ini berhubungan dengan organ mata untuk melihat yang disebut caksundriya dan mata ini terhubung dengan ginjal melalui nadi yang sangat kecil. di kedua mata ini terhubung kekuatan matahari dan bulan. Karena itu berhati-hatilah bertatap pandang dengan orang. Anggapati ini yang membuat kita memiliki pandangan yang jernih terbebas dari ilusi. Dari mata menimbul energi kecemasan dan ketakutan yang akhirnya mengendap di ginjal

Saat menjelma menjadi Buddha Amitabha darinya terlahir sang meitri yang memberi daya hidup, menundukkan ego

Saat si bayi lahir ari-ari ini tetap menunggu dan menempel pada dinding rahim untuk menjadi saluran O2, energi dan makanan agar bayi itu mampu bergerak sampai keluar dari rahim dengan selamat. Ketika si bayi sudah keluar dengan selamat dan menangis pertanda bayi ini sanggup hidup sendiri, sanggup bernafas sendiri tanpa bantuan adi ari-ari, ia akan melepaskan diri dari dinding rahim. Ketika berusia 2 bulan ari2 ini memberikan penyakit kejang. Setelah lahir dia menjadi kebun, sawah, tempat bercocok tanam, gedung perkantoran, dll. Seperti tanaman di sawah dan kebun yang menyerap unsur hara dari ibu pertiwi lalu hasil buah/padi bisa kita makan. Serta membantu kita menumbuhkan buah karma yang kita tabur melalui perkataan, perbuatan dan pikiran tidak bisa membedakan itu karma baik atau buruk. Sebagai rumah bertembok tinggi untuk tempat berlindung, oleh karna itu sudah layak kita mengisi batin ini dengan kenyamanan. Orang yang batinnya nyaman akan melihat kehidupan ini selalu indah, dia akan bersyukur sepanjang waktu. Orang juga akan merawat tubuhnya karena tubuh adalah ruang tinggal bagi jiwanya. Kalau tubuhnya rusak apa masih nyaman? Rasa tidak nyaman dengan jiwa bisa berasal dari rasa cemas, kesedihan, dendam. Untuk mengurangi semua itu isilah hidup dengan rasa syukur, cinta dan sukacita 

Sesajen yang biasa digunakan untuk menghormati Saudara kuning ini adalah Sega kuning atau nasi kunign adalah Ubo rampe yang berupa nasi kuning. Nasi kuning terbuat dari nasi putih yang dicampur kunyit, sehingga berwarna kuning dan dibentuk tumpeng

Dia akan menjadi I Made Jelawung dengan Kekuatannya Galihing kangkung. Galihing kangkung ini merujuk pada nadi sumsumna tulang belakang menghubungkan api rahasia dan ubun-ubun. agar (air  mahapawitra bapa akasa di tubuh) bertemu api rahasia (ibu pertiwi di tubuh). Galihing kangkung ini sumsum tulang belakang yang menghubungkan chakra dasar dan cakra mahkota dan terhubung ke organ vital tubuh seperti jantung, hati, ginjal, empedu, pangkal/pusat hati, paru, usus, limpa, kerongkongan dan ujung hati. Juga terkoneksi dengan rong nadhi kematian yang akan dilewati jiwa saat kematian datang. Energi dari tirta amerta sweta kamandalu ini tidak mengalir ke gni rahasia, energi vital ang ada ditubuh bagian bawah tengah akan meredup saat itulah galihing kangkung tersumbat. Saat sudah mengupas seluruh isi alam semesta ini dan menemukan pengetahuan dan makna yang tersimpan didalamnya yaitu kekosongan. Layaknya mencari tulang dari kangkung yang ada adalah kekosongan. Semua materi dalam dunia 99% adalah ruang kosong, 1% energi yang dimampatkan sehingga membentuk atom yang pada akhirnya membentuk materi. Materi itu tampak nyata, energi itu tampak antara nyata dan tidak nyata dan kecerdasan semesta yang sedang menunjukkan kemampuan-Nya tampak abstrak. Jadi ia yang mengupas seluruh isi materi alam semesta yang mengisi ruang kosong di semesta ini atau Tuhan itu sendiri akan menemukan kekosongan. Ia akan menemukan apa yang sebenarnya ada dan mana yang tiada mana yang nyata dan mana yang maya. Akhirnya kita tidak akan melekat pada sesuatu apapun di alam ini. Karena kemelekatan dan keterikatan ini yang membuat kita terjebak dalam penderitaan batin. Kita boleh memiliki segala sesuatu di dunia ini tapi kita juga harus mampu melepaskan semuanya. Semua di dunia ini kita anggap nyata karena bisa ditangkap panca indra kita, dan yang tak terdeteksi panca indra kita anggap maya. Dengan adanya kesaktian galihing kangkung ini bisa membuat kita menangkap apa yang tidak terdeteksi panca indra kita dan terlindung dari kemelekatan, keterikatan, ketakutan kehilangan. Karena kita bisa membedakan mana yang nyata mana yang tampak nyata dan mana yang maya. Selain itu kita tidak akan sombong ketika mencapai atau mendapatkan segala sesuatu karena semua itu bersifat maya dan sementara.

Saat lahir energi berwarna kuning dari Bhuta Jenar/Banaspati masuk ke dalam tubuh melalui otot berdiam di ginjal, mengikat jiwa melalui nadi yang menghubungkan ginjal dan pusat hati, dalam nadi ini mengalir sari cahaya, Saat kematian datang Banaspati ini melepas ikatan jiwa kita dengan tubuh dari ginjal menuju otot dan menguap bersamaan dengan energi cahaya di ginjal dan air suci tirta amerta kundhalini yang berwarna kuning terserap kedalam jiwa. Cahayapun padam di dalam tubuh dan iwa terlepas dari ikatannya dengan ginjal menuju pusat hati. Saat kita meninggal saudara ini akan menjadi dorakala pintu waktu. untuk tau apa saja yang kita lakukan di kehidupan ini dan kita bisa melihat kehidupan kita apa adanya.

3.      Getih / Rahman / darah / Purbangkara / Bhuta Bang / Prajapati,

Getih dalam bahasa Indonesia adalah darah. Ini adalah hal utama bagi ibu dan bayi. Saat berada dalam kandungan, bayi dilindungi oleh getih. Getih ini memberikan makanan, oksigen, energi (penciptaan, pemeliharaan dan peleburan) dan segala materibuntuk pembentukan tubuh si janin, serta melindungi si janin dari kuman penyakit, infeksi, dll. Karena itu gawat bila tali pusat terbelit dan darah dari ibu berhenti mengalir ke janin. Dalam persalinan sebagai gambaran kehidupan, nyawa dan semangat. Getih ini adalah saudara yang memberi kehidupan dan kesehatan jasmani, mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat yaitu 36-37C, meningkatkan suhu tubuh ini dapat membunuh kuman yang mengganggu di tubuh karena itulah bila terjadi infeksi orang akan demam, namun bila suhu terlalu tinggi Anggapati akan mendinginkannya melalui keringat,membersihkan dari seluruh penyakit, menjadi kendaraan transportasi untuk gula dan oksigen untuk diedarkan ke seluruh sel tubuh, selain itu juga bisa membersihkan kotoran batin. Darah ini adalah saudara merah yang berada di selatan. Merupakan saudara ahangkara/Ego dengan napsu amarah. Berkekuatan meleburkan segala kotoran. Unsur api, weton pahing. Berhubungan dengan indra perabaan. Jika penuh kesedihan biasanya kulit terganggu, berarti hati yang biasa menetralkan racun juga terganggu. kemampuannya adalah melebur segala kotoran, menolak wabah penyakit. Merupakan jelmaan dari Dewa Brahma.

Bila dihubungkan dengan Budha akan menjadi Budha Ratnasambhawa, Buddha kebijaksanaan da darinya terlahir sang garga yang memberikan sang kehidupan berupa cairan dalam tubuh, yang berdaya meningkatkan daya spiritual untuk melenyapkan kesombongan

Saudara ini berhubungan dengan indra perabaan dan berdiam di hati dan darah. Dengan kulit kita bisa merasakan panas dan dingin. Dengan energi api Prajapati menggerakkan oragan hati sehingga dapat menetralkan racun, membuat darah mengalir keseluruh tubuh, dengan kulit dapat memiliki kepekaan rasa sentuhan, kepekaan energi. Saat kesedihan masuk dari kulit mengalir mengikuti darah menuju hati dapat membuat peredaran darah bermasalah. Dengan kekuatan Prajapati kita bisa menyelaraskan energi hati dan kulit agar berfungsi dengan baik

Saat kelahiran getih ini mendorong bayi agar cepat keluar dari rahim ibu. Setelah kita lahir Prajapati ini melalui darah yang mengalir dalam nadi menuju ke hati dan berdiam dalam hati kita. Setelah bayi berumur 2 bulan getih ini memberikan penyakit gatal. Setelah lahir getih ini akan menjelma menjadi pohon besar, hutan, gunung, jalan, api unggun, dll. Bila ingin menemuinya bisa masuk menembus hutan. Gunung melindungi manusia dari banjir dan bisa ditanami tumbuhan menjadi hutan, hutan dan pohon bisa menyediakan O2 untuk manusia, juga menahan banjir. Api unggun untuk melindungi kita bila kedinginan. Lalu jalan besar itu seperti pembuluh darah untuk menyalurkan gula dan oksigen. Jalan ini juga yang membawa kita keluar dari kesedihan, kegagalan, penderitaan tubuh dan pikiran, dan masalah lain yang menimpanya. Agar tidak beku, tejebak dan diam dalam 1 masalah itu aja.

Sesajen untuk menghormati saudara ini adalah Sega abang / nasi merah /ubo rampe yang berupa nasi merah. Nasi merah terbuat dari nasi putih yang dicampur dengan gula jawa hingga berwarna merah yang dibentuk tumpeng

Bisa menjadi I Ratu Wayan Tebeng dengan kemampuan  tapaking kuntul anglayang. Jejak burung bangau yang sedang terbang di angkasa. Kan nggak ada jejaknya, inilah kekosongan (kesunyaan) itu. Namun bila tekun mengamati burung bangau yang terbang itu, darimana dia datang dan kemana dia pergi maka kita akan mendapati burung bangaunya itu sendiri ketika dia sedang mendarat. Mencari kesunyaan jangan di luar diri, carilah di dalam diri. meskipun kita sendirian, meskipun kita di tempat yang sepi bisa saja dalam diri kita sedang ramai pikiran loncat sana-sini seperti monyet gila. I Ratu Wayan Tebeng ini adalah sumber panas tubuh, yang mengalir dalam nadi bersatu dengan sanghyang trinadhi yaitu idha, pinggala, dan sumsumna. Trinadhi ini yang menghubungkan kepala (ubun-ubun) sebagai pintu semesta dalam tubuh dengan api dalam tubuh yaitu di hati. Unuk bisa sampai pada inti sunya dalam hati, bisa mulai memasuki pintu semesta yaitu ubun-ubun ke hati. I Ratu Wayan Tebeng mampu merasakan sunya yang kasat mata dengan pengalaman batin di pusat hati. Saat bisa menemukan Tapakking Kuntul anglayang kita bisa tidak lagi terpengaruh gejolak batin, tidak lagi terganggu dengan RASA yang ada dalam diri kita sudah menyatu dengan rasa itu dan bisa mengendalikannya. Ini seperti memasukkan kesadaran semesta dan jiwa yang pada hakikanya adalah sunya ke kesadaran tubuh, memasukkan sarung keris ke dalam keris. Ketika berkarya jejaknya tak terlihat tapi orang tau itulah hasil karyanya. Ciri-ciri orang yang berpengetahuan dari jalan manapun dia menyadari semesta itu. Apapun pekerjaannya akan menghasilkan hasil yang sempurna. Dia menguasai pekerjaan sampai intinya. Dan saat fokus ke pekerjaannya akan menemui kekosongan dan yang mengisi kekosongan. Contoh renungkan layangan orang yang jago menerbangkannya dia tau kapan menarik kapan mengendurkannya. Saat mencari pengetahuan ini orang akan bertemu pemilik pengetahuan yaitu Tuhan. Saat kita tekun mengamati peristiwa kehidupan ini untuk mencari jejak, makna, karma dalam setiap peristiwa, pahala dan karma yang dijalani dalam hidup ini maka kita akan menemukan Tuhan Sang Sutradara hidup ini dan diri sejati sebagai penyebab semua pengalaman yang kita alami. Pada akhirnya kita akan melihat Tuhan dimana-mana dan kita akan menghormati, mensyukuri apapun, siapapun, keadaan apapun yang kita temui. Tapaking kuntul anglayang itu membuat kita tulus ikhlas dalam tiap kehidupan kita. Kita tidak butuh pahatan nama untuk dikenang dalam tiap tindakan seperti jejak bangau saat terbang

Untuk menjaga getih ini jagalah makanan dan minuman jangan terlalu banyak zat kimia. Jaga juga pikiran dari api kemarahan, benci, iri, dengki, stress yang membuat darah ini jadi panas karena terus menerus dialiri hormon adrenalin, noradrenalin, kortisol, serta menjadi berat dan alirannya terhambat dan meninggi karena kadar kolestrol, dan gula yang tinggi. Dalam dirinya teraliri perasaan tidak tenang, cemas, curiga, putus asa.

bila diri dialiri dengan cinta kasih, suka cita, ketenangan dan kedamaian dapat memperingan kerja darah, membuat wajah awet muda, tambah cantik dan berseri karena dalam darah penuh hormon oksitosin (hormon cinta), endorphin (hormon penahan nyeri), serotonin (kebahagiaan) dan dopamin (penyeimbang emosi)

Saat kita lahir ada energi berwarna merah yang terpancar dari Prajapati yang mengendalikan unsur air dalam tubuh. Prajapati menyusup melalui darah berdiam di hati mengikat jiwa melalui nadi yang menghubungkan organ hati dengan pusat hati, mengalirkan sari darah. Saat kematian datang Prajapati ini keluar dari hati menuju ke darah, memutuskan ikatan jiwa dan tubuh yang berada dalam hati, bersamaan dengan itu darah mengering dan tidak mengalir lagi, bersamaan dengan itu air suci tirta amerta kamandhalu yang berwarna merah mengering terserap oleh jiwa dan jiwa mengalir ke pusat hati. Saat kita meninggal saudara ini akan menjadi jogor manik yang menjaga benih karma, inti yang akan dibawa pada kehidupan selanjutnya

4.      Puser / pusar / tali pusat / watman / Warudijaya / Udel / Bhuta ireng / Banaspati Raja

Dalam budaya bali tentang Kanda Pat Banaspati Raja ini disebut selaput bayi atau Lamas, saat dalam kandungan lamas ini melindungi kulit bayi seperti lemak berwarna putih agar kulit tidak keriput ketika berendam dalam air ketuban selama 40minggu. Lamas ini juga mengatur suhu tubuh agar perkembangan janin tidak terhambat. Saat lahir lamas ini melindungi bayi agar licin dan jangan sampai kulitnya tergores saat melewati jalan lahir. Setelah lahir menjadi lemak di bawah kulit, melapisi organ tubuh sebagai kolestrol, menjaga kelembaban kulit agar tidak keriput serta melindungi dari benturan benda keras dari luar. Namun banaspati raja ini bila tidak dirawat dengan baik membuat orang jadi gendut dan membenci dirinya menjadi tidak percaya diri, pemalu, rendah diri, citra diri buruk. Bila kekurangan lemak mudah terluka saat terjadi benturan. Jadi ya kadar lemak tubuh harus seimbang. Banaspati raja juga menjadi otot, daging, urat untuk bergerak. Bergeraklah untuk berbuat kebaikan, menyebarkan cinta. Di alam semesta lamas ini berubah menjadi batu besar yang menjaga sungai, tanah tidak longsor dan membahayakan kehidupan di hilir sungai. Inilah penguasa sungai, jurang dan batu besar. Sungai ini melambangkan alam semesta dan kehidupan ini mengalirkan pengetahuan tanpa henti, batu besar yang menjaga tebing tetap kokoh seperti hati  nuraniyang teguh menjaga pengetahuan kebenaran tetap suci dalam diri. Berkekuatan memperi kesuburan. Jadi bila ingin anak bisa meminta pada Banaspati raja.

Udel adalah tali plasenta , yang menghubungkan ibu dan bayi. Tali pusar ini menyediakan nutrisi yang penting bagi kelangsungan hidup bayi saat di dalam kandungan. Menyiratkan betapa utamanya sikap hormat, sujud kepada orang tua khususnya ibu. Kasih saying ibu ialah kekuatan yang akan mengiringi hidup seorang anak. Saudara yang memberikan kekuatan, kewibawaan dan kesuburan yang mengiringi hidup anak.Tali pusar ini merupakan saudara hitam yang berada di utara. Merupakan saudara citta/ingatan dengan napsu Luwama, berunsur tanah, weton wage. Berhubungan dengan indra pengecap. Jika penuh kekecewaanm kebencian lidahnya terganggu, empedunya juga bisa jadi terganggu. Banaspati Raja ini berkekuatan untuk memusnahkan ilmu sihir, menyembuhkan penyakit, membantu laku spiritual kita. Penjelmaan dari Batara Wisnu

Saat menjadi Buddha Amoghasiddhi berdaya memberi perlindungan dan melenyapkan iri dengki. memberikan daya hidup untuk bekerja

Saudara ini berhubungan dengan organ mulut berdiam di empedu dari rongga mulut ke empedu terhubung melalui nadi yang sangat kecil, dalam mulut terdapat lidah sebagai alat pengecap yang dapat merasakan makanan enak. Namun jika bisa terhubung dengan Banaspati kita bisa tidak terikat oleh enaknya makanan, dan dapat mengendalikan ucapan. Di pangkal lidah terdapat batari Durga yang dapat menimbulkan kehancuran dan kebahagiaan. Dari mulut dapat menyebabkan kekecewaan dan kebencian yang akhirnya mengendap di empedu. Orang yang terbiasa memendam kebencian dan kekecewaan mulutnya jadi pahit dan hilang selera makannya

Saat kelahiran tiba puser akan melindungi bayi melewati jalan lahir agar tidak lecet atau terhalang. Setelah bayi berumur 2 bulan puser ini memberikan enyakit cegukan. Setelah si bayi lahir tali pusat ini menjadi sungai

Sesajen yang biasa disugukan untuk saudara ini adalah Sega Cemeng atau nasi hitam adalh ubo ampe yang berupa nasi hitam. Nasi hitam terbuat dari nasi putih yang dicampur dengan jelaga hingga berwarna hitam dan dibentuk tumpeng

I Nyoman Sakti Pengadangan Berkekuatan Isining Buluh Bumbang artinya jika mencari isi dari bambu berlubanf yang akan ditemukan adalah kekosongan yang menggemakan suara yang merdu dan mistis. Buluh bambang ini mengajarkan tentang jalan kematian dan jalan kehidupan. ini juga termasuk dalam sanghyang trinadhi yang menghubungkan tubuh bagian atas tubuh dan bagian bawah (air mahapawitra dan api rahasia). Nadi idha inilah yang memberi energi pada sperma dan ovum untuk menarik jiwa dari dimensi cahaya. Nadi pinggala yang mengalirkan kekuatan cairan dalam tubuh, termasuk ludah. nadi sumsumna menjadi jalur masuknya jiwa ke dalam tubuh. Saat mempelajari hakikat kehidupan dan menemukan betapa jauh dan dalamnya yang ada hanyalah getar suara keheningan. Inilah kerja tanpa henti dari kecerdasan alam semesta ini. Saat memusatkan telinga pada semua hal yang ada di dunia ini. Semua akan bersuara yang menunjukkan bahwa pada setiap materi akan selalu ada Tuhan sang Kecerdasan Semesta yang energinya dipakai untuk mencipta, memelihara dan melebur segala wujud semesta ini. Kita bisa mendengarkan semua tanda-tanda alam dan mendengarkan bisikan hati nurani sendiri sebagai tuntunan hidup.

Saat lahir Bhuta ireng/banaspati raja masuk ke tubuh melalui urat dan berdiam di empedu membuat ikatan antara empedu dan pusat hati. Dari nadi ini mengalir sari prana. Banaspati raja dari empedu mengendalikan semua unsur udara dalam tubuh kita. Saat kematian datang Banaspati ini mengurai ikatan tubuh dan jiwa, keluar dari empedu ke urat, memutus ikatan dari empedu ke pusat hati. Bersamaan dengan lepasnya ikatan itu air suci tirta mahamerta mengering terserap oleh jiwa. jiwa menuju ke pusat hati. Saat kita meninggal kita akan menjadi atman saudara ini akan menjadi mahakala pintu waktu yang akan membuat kita bisa melihat disemua kehidupan sehingga kita bisa tau kaitan kenapa kehidupan ini begini apa hubungannya dengan kehidupan yang lalu. Dan kita akan tau kelahiran selanjutnya mau kemana

5.      Pancer / panceratau pusat / Sinobrata / tubuh wadah / diri sendiri / hati nurani / janin / Bhuta Mancawarna / Dhengen,

Pancer merupakan pusat kehidupan utama ketika manusia lahir ke dunia. Pancer ini yang mengendalikan kesadaran diri seseorang agar tetap eling lan waspada (ingat dan waspada). Ingat kepada sang pencipta dan menjadi insane yang bijaksana. Warna bening/mancawarna. Berunsur akasa Pancer ini terletak di tengah dan Roh yang melindungi 4 nafsu. Merupakan Atma/Roh manusia. Berweton Kliwon. Berhubungan dengan indra penciuman. Jika penuh kebencian dan kecemburuan, pusat hatinya bermasalah, sistem penciuman terganggu. Merupakan penjelmaan dari batara guru/Isana. Inilah yang berkemampuan untuk mengendalikan sedulur papatnya. Berkekuatan melindungi diri

Buddha Wairocana yang memutar roda dharma (kebenaran) melenyapkan kegelapan batin (awidya), memberikan daya hidup

Pancer ini behubungan dengan penciuman dan berdiam di pusat hati terhubung dengan saudara empatnya yang lain yang berdiam di masing-masing organ. Mengendalikan indra penciuman ini sama saja memasuki nadi dan terhubung dengan saudara lainnya. Dari hidung terhubung nadi yang sangat kecil ke pusat hati. Emosi seperti kecemburuan dan kebencian dari hidung dapat terakumulasi di pusat hati dan sistem tubuh terganggu. Karena itu energi bisa masuk melalui hidung dengan nafas menuju pusat hati untuk mengendalikan seluruh tubuh ini, untuk mengendalikan semua energi yang ada

Berkekuatan Lontar tanpa tulis. Inilah ilmu utamanya. Kapan saja tekun mempelajari tubuh, kehidupan, pikiran dan perasaan sendiri, akan menemukan sangat banyak menemukan di dalamnya. Karena diri ini adalah kitab suci tertua yang ditulis Tuhan sendiri. Tapi kita tidak menyadari tentang mahakarya penciptaan Tuhan ini sehingga tidak dapat mempelajarinya dengan serius. Misalnya 2 telinga agar bisa mendengar dari 2 sisi, 2 mata agar bisa melihat dari 2 sudut pandang beebeda agar tak salah mengambil keputusan dan salah bertindak. Segala sesuatu di dunia ini tergantung cara kita menggunakan pikiran dan kemampuan kita dalam membaca lontar tanpa tulis ini agar bisa selalu terhubung dengan Tuhan. Tak ada kesalahan dalam dunia ini kecuali kita yang menciptakan karma itu sendiri dalam pikiran dan tindakan. Semua peristiwa yang terjadi adalah demi pertumbuhan dan kedewasaan jiwa kita. Kita berkali-kali reinkarnasi menggunakan banyak peran agar jiwa kita makin dewasa.

Saat kelahiran Jiwa ini berupa pancaran cahaya mancawarna masuk melalui tulang ke arah titik tengah tubuh dan menempati pusat hati, mengendalikan seluruh ruang yang ada ditubuh. Saat kematian, Bhuta Dhengen akan keluar dari pusat hati menuju tulang, ikatan antara pusat hati dan tulang akan terputus, air suci tirta pancamahamerta akan mengering terserap oleh jiwa, jiwa akan terlepas dan menglaami pelepasan sempurna. Jiwa yang sudah menyerap sari-sari tubuh dan sudah terlepas sempurna dari semua ikatan menuju gerbang kematian yang berada di ubun-ubun membubung tinggi dalam wujud asap tipis berwarna perak berkilau, semakin tinggi membumbung semakin tipis ia jadinya hingga lenyap. Bersamaan dengan keluarnya sang jiwa dari tubuh, tubuh sudah tidak bernyawa semua unsur material bersatu kembali dengan Ibu Pertiwi dan Sang Jiwa bersatu kembali dengan Bapa Akasa.

Ajaran Sedulur Papat Lima Pancer (Kanda Pat) Bhuta ini menunjukkan tubuh manusia yang terdiri dari Pancamahabhuta air api angin tanah. Bila air berlebih tubuh sembab bila kekurangan tubuh dehidrasi, bila api berlebih tubuh demam kalau kekurangan tubuh hipotermia dan merasa kedinginan, bila angin berlebih tubuh akan masuk angin, perut kembung bila kekurangan usus mudah melilit sakit, bila berlebihan zat padat akan bermasalah seperti diabetes, kolestrol, keloid kulit,  asam urat bila kekurangan zat padat bisa tulang keropos. Kita sebagai pancer yang harus menyeimbangkannya. Tidak hanya sifat tunggal yang berlebihan yang bermasalah. Bila air dan panas (arah barat daya / uap panas) berlebihan bisa menyebabkan asam lambung, gerd yang gejalanya batuk kering, bila padat dan udara (timur laut/ debu) menyebabkan kulit kering ketombean, bila kekurangan kulit menebal, kusam karena tidak ada pelepasan sel kulit mati. Bila padat dan air (lemak /barat daya) berlebih bisa obesitas, kegemukan, kolesterol, bila kurang tubuh kurus kering. Kulit tipis terbentur sedikit mudah lecet ataupun lebam. 

Bila kita sebagai pancer dan berunsur akasa dalam keadaan bingung keadaan dulurnya juga ikut bingung tubuhnya jadi mudah sakit. Orang zaman dulu sering bilang rohnya seperti ditawan di perempatan secara gaib. Padahal rohnya bingung sehingga unsurnya jadi tidak seimbang. Akasa ini adalah ruang kosong berenergi dan terletak ditengah. Bila bergeser ke unsur padat akan jadi orang yang mudah stagnan, diam, membeku, tanpa motivasi kerja. Hidupnya bagai benda padat. Bila ke arah air ia akan menjadi pribadi yang mudah mengalir, tidak punya tujuan jelas, terombang ambing. Bila lebih ke arah panas dia akan jadi pribadi yang mudah marah. Bila akasa bergeser ke arah udara dia akan menjadi pribadi yang pendiriannya tidak tetap, tidak teguh, tidak berprinsip, hiperaktif. Karena itulah penting menjaga diri agar tetap di tengah, menjaga keseimbangan menerima hidup dalam keadaan nyaman dan tidak nyaman. Kalau gagal menjaga keseimbangan itu tubuh, pikiran dan jiwanya akan ada gangguan dari kanda pat. Karena apa yang seharusnya menjaga dan melindungi kita karena kita tidak bisa menjaga dan melindungi kita akan berbalik menjadi menyakitkan

Sedulur papat limo Pancer Manusa ini mencakup pikiran manusia makanya di bilang Ratu atau penguasa. Pikiran adalah penguasa. Dalam pikiran Sedulur papat ini berperan sebagai critical factor / Reticular Activating System / filter pikiran yang memfilter pikiran sadar untuk disimpan di pikiran bawah sadar sebagai gudang memori. Critical faktor ini yang menjaga pikiran agar tetap stabil dan menyebabkan kita sulit berubah. Kita sebagai pancer bila kita bingung pikiran tidak karuan juga bisa menyebabkan sakit inilah penyakit psikosomatis. Karena pentingnya Sedulur Papat Limo Pancer Manusa ini kita harus menjaganya dengan pengetahuan yang baik dan benar agar pikiran jangan sampai dibingungkan oleh dualitas dan dapat menyebabkan mempengaruhi Sedulur Papat Limo Pancer Bhuta yang tidak seimbang sehingga tubuh sakit

Ajaran Sedulur Papat Limo Pancer Atma ini berhubungan dengan Roh yaitu pikiran atas sadar yang memberi solusi atas masalah hidup. Sedulur papat Limo Pancer ini yang menjaga roh kita dari pengaruh buruk dari luar. Atma ini yang merekam kehidupan kita dan setelah kita meninggal membimbing roh kita untuk memilih peran baru dan pelajaran baru yang perlu kita pelajari berdasarkan kehidupan sekarang. Jadi berhati-hatilah saat menjalani hidup sekarang agar pelajaran rasa di kehidupan mendatang kita lebih baik. Sebisa mungkin terima apapun yang datang pada kita sebagai konsekuensi dari yang kita lakukan di masa lalu dan berlaku sebaik yang menurut kita baik untuk kehidupan di masa depan

Masyarakat Jawa meyakini pentingnya menyelaraskan kelima hal ini agar menjadi satu kesatuan yang utuh.

Sedulur Papat Lima Pancer adalah simbol kearifan lokal Jawa yang mengajarkan nilai-nilai universal tentang persaudaraan, keseimbangan, dan kebijaksanaan. Konsep ini tetap relevan dalam era modern, di mana kebersamaan dan kebijaksanaan sangat diperlukan untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna dan harmonis.

Sebenarnya saat manusia ini masih berupa janin dalam kandungan Proses penciptaan manusia dari sisi rohani atau spiritual juga sedang terjadi saat sang calon manusia atau janin masih dalam tahap pembentukan dirahim Ibu sedulur papat ini senantiasa menemani dan menjaga janin hingga Ia lahir, mereka adalah darah putih bungkus ari-ari dan darah merah. Darah putih berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh janin ia melahirkan sifat Welas Asih sajani berada didalam kandungan ini juga dibungkus oleh air ketuban yang berfungsi menjaga janin dari benturan, bungkus atau ketuban janin ini bertugas sebagai pembuat kekuatan bagi si jabang bayi, ari-ari atau tali pusar ini berfungsi untuk menyalurkan makanan energi transportasi nutrisi dari ibu ke dalam tubuh janin. Ia juga bertugas sebagai penjaga Sukma atau diri sejati manusia darah merah ini berada di dalam plasenta dan membran membran yang ikut melindungi janin plasenta terhubung dengan ari-ari atau tali pusar sebagai penyalur makanan nutrisi oksigen dan energi dari ibu ke janin membrane membran pembungkus janin juga mengandung banyak pembuluh darah merah yang bertugas untuk melindungi janin dari sistem kekebalan tubuh ibu tanpa adanya membran ini janin akan dianggap sebagai benda asing didalam tubuh, nah darah merah ini juga yang dipercaya bertugas melawan bahaya bisa aja nih dijaga oleh empat saudaranya dalam kandungan

Sedulur papat limo pancer ini merupakan juga raga, hati, roh, rasa dan pikiran uang bila seseorang bisa mengendalikannya seseorang bisa terbebas dari dualitas dan tidak dapat dipengaruhi orang lain. Saat Sedulur Papat Limo pancer bhuta tidak bisa menerima pesan dari Sedulur papat limo pancer Manusa . Tubuh tak bisa menerima rangsangan saraf. Tubuh akan koma, sulit digerakkan. Saat Sedulur papat Limo pancer manusa yang tidak bisa menerima pesan dari sedulur papat limo pancer bhuta, orang tidak bisa terima bahwa kesulitan hidup, kondisi tidak enak itu disebabkan oleh kelakuannya sendiri malah sibuk menyalakan keadaan luar diri

Sebenarnya rahim ini adalah bagaikan rumah kita yang memberikan rasa aman, nyaman saat kita berada di dalamnya. Merupakan tempat yang penuh kasih, dimana semua kebutuhan kita tercukupi. Tapi rahim yang rapuh juga dapat menggugurkan bayi. Penghuni rumah yaitu sedulur papat ini menjaga rumah ini agar kuat, tetap kokoh, tahan terhadap guncangan, fleksibel, memberikan kebutuhan pancernya. Tubuh kitapun juga merupakan rumah kita. Bila kita mengisinya dengan penuh cinta, kesadaran dan kebijaksanaan bisa melindungi kita dari guncangan dualitas, api kemarahan, dan rasa-rasa lainnya.

Sedulur papat ini selalu melindungi kita sejak kita belum tercipta hingga meninggal. Mereka membantu kita mengurangi penderitaan kita demi kedewasaan batin dan jiwa kita. Jadi sudah layak dan sepantasnya kita mengingat jasa mereka

Terima kasih kakang kawah, adi ari-ari, getih dan puser ku sudah mendampingiku selalu membuatku merasa nyaman, memenuhi kebutuhanku terima kasih sudah menjadi bagianku. Aku mengingat kalian, aku mencintai kalian, maafkan aku jika aku pernah lalai dan menyakiti kalian

Saat dianalogikan 

Energi maskulin ini adalah ruang yang menyediakan, ruang yang melindungi

Energi feminin yang bersifat dinamis, memberi warna, memberi bentuk, menumbuhkan, menggerakkan

Semua adalah energi gerak yang membuat semesta ini terbentuk dan ada dari energi maskulin dan feminin. Setelah itu terbentuklah alam semesta ini ada ruang ada pembentuk. Ayah memberi ruang yang nyaman untuk ibu akhirnya ibu bisa hamil dan membentuk bayi. 

Sedulur papat ini setelah si bayi lahir dialah yang menjadi suara batin, intuisi yang menjadi pelindung, pembimbing pengarah. Saat kita tenang dan pikiran bawah sadar bekerja saat itulah kita bisa akses dan terhubung dengan sedulur papat

Bahkan orang dulu sudah tau cara penyembuhan stem cell dari tali pusar yang disimpan orang tua 

 Bumi dan segela sesuatu yang tumbuh padanya adalah saudara tertua manusia. Sebab mereka dahulu ada baru kita manusia. Bahkan dalam lontar Kanda Pat menyebutkan bahwa tubuh kita sebagai wadah sang sukma sejati adalah hasil pinjaman dari Ibu semesta atau Sanghyang Ibu Pertiwi. Ketika sukma sejati kita bisa dihadirkan dalam rahim melalui penunggalan Kama Petak (sperma) dan Kama Bang (ovum), Sang Catur Sanak/Sedulur Papat menyusun tubuh kita atas kewelasasihan Sanghyang Ibu Pertiwi, seperti: 

.

• Kulit kabeh nyilih ring pêrtiwi: Kulit kita sesungguhnya meminjam dari tanah. 

• Bulunta kabeh nyilih ring padhang: Semua bulu di tubuh kita meminjam dari rumput. 

• Tulangta kabeh nyilih ring kayu: Semua tulang kita meminjam dari kayu. 

• Dagingta kabeh nyilih ring watu padhas: Daging kita meminjam dari batu padas. 

• Mulukta nyilih ring êndhut: Lemak kita meminjam dari lumpur. 

• Rambuta nyilih ring gulêm mwang awun-awun: Rambut kita meminjam dari awan di langit. 

• Cangkêmta nyilih ring guwa: Mulut kita meminjam dari gua. 

• Giginta nyilih ring sukêt têki: Gigi kita meminjam dari rumput teki. 

• Cunguhta nyilih ring sêmêr: Hidung kita meminjam dari sumur.

• Matanta nyilih ring surya kalawan candra: Mata kita meminjam dari matahari dan bulan.

• Kupingta nyilih ring jurang rêjêng: Telinga kita meminjam dari jurang.

• Kêjêpanta nyilih ring tatit: Kedipan mata kita meminjam dari petir. 

• Ambêkta nyilih ring lintang: Sikap atau perilaku kita meminjam dari bintang.

• Sabda swaranta nyilih ring kêtug lundhuh prakasa: Suara kita meminjam dari getar suara alam.

• Angkihanta nyilih ring angin kabeh: Napas kita seluruhnya meminjam dari angin. 

.

Demikianlah, tubuh kita sejatinya bertubuhkan tubuh alam. Karena tubuh ini hasil pinjaman, maka ketika sudah waktunya harus dikembalikan ke sang pemiliknya, yakni Sanghyang Ibu Pertiwi. Akan tetapi, kebanyakan dari kita "tulah/kualat" kepada ibu alam. Kita eksploitasi alam secara membabi buta demi pemuasan indriawi tubuh kita. Tidak salah, jika Ibu Alam meminta tubuh kita sebelum waktunya melalui bencana yang menghantam tanpa ampun. Dan, hal ini mengajarkan kita kembali pada kaweruhan kuno Nusantara, yakni laku memuliakan alam. Memuliakannya berarti memuliakan Ibu kita. Dimana Ibu dimuliakan di sana ada kesejahteraan, kedamaian, harmoni, dan kerahayuan. Salam cinta tantra tanpa batas.


 

 


Comments

Popular posts from this blog

4 raja naga

Asal usul Batu Badoang

Ramayana