Tolelembunga
Pada jaman dahulu terdapat sebuah kerajaan di Kecamatan Sigi-Biromaru (± 12 km sebelah selatan Kota Palu) bernama Kerajaan Sigi. Kerajaan yang subur tanahnya dan makmur kehidupan rakyatnya, dipimpin oleh seorang Ratu Agung yang terkenal adil dan bijaksana bernama Ratu Ngilinayo. Sang Ratu mempunyai seorang Puteri yang cantik yang bernama Puteri Bunga Manila yang memiliki hewan kesayangan seekor kerbau betina Tolelembunga yang konon katanya bertanduk 2 meter panjangnya.
Suatu waktu Puteri Bunga Manila merasa
khawatir karena selama beberapa hari kerbaunya, Tolelembunga tidak kembali ke
kandang dan tidak diketahui kemana perginya. Maka dipanggilah 40 orang lelaki
kuat untuk mencari, menemukan dan membawa kembali Tolelembunga pulang ke
kandangnya.
Maka pergilah orang-orang suruhan tersebut,
dan ditemukanlah Tolelembunga sedang beristirahat. Dibawalah pulang kerbau
tersebut menyusuri tepian sungai Sopu, namun pada suatu tempat yang bernama
Petiro Ue atau Tawaelia, Tolelembunga tidak mau lagi berjalan karena ia merasa
betah dengan suasana daerah itu. Karena Tolelembunga tidak mau pulang, akhirnya
Puteri Bunga Manila pun datang tetapi Tolelembunga tetap tidak mau pergi. Maka
diperintahkannyalah untuk membangun perkampunga yang akan mereka tinggali
sampai tolelembunga mau di ajak pergi. Namun pada tahun ketujuh, Tolelembunga
kembali pergi tanpa sepengetahuan Puteri Bunga Manila.
Puteri Bunga Manila. Dalam perjalanannya
Tolelembunga menemukan sumber air panas di Wombo (kubangan) dan dia menetap
disitu karena tempat itu sangat indah yang dikelilingi gunung dan hamparan
rumput yag subur. Setelah diketahui keberadaannya, Puteri Bunga Manila pun
menyusulinya. Setelah sampai di daerah itu, Puteri Bunga Manila sangat tertarik
dengan keindahan alam daerah tersebut. Jika berada di puncak gunung terlihat
lembah Pekurehua (Napu) yang subur. Diperintahkannyalah rakyat yang ikut
bersamanya untuk membangun perkampungan di Wakabola dan rumah adat “Sowa”
sebagai istana serta “Dusunga” sebagai tempat bermusyawarah dengan tokoh
masyarakat. Ditempat ini pulalah Puteri Bunga Manila menemukan seorang lelaki
tampan yang bernama Sadunia dan mereka menjadi suami isteri yang berbahagia.
Demikian pula Tolelembunga menemukan kerbau jantan besar bernama Beloiliwa dan
mendapat keturuna yang banyak. Sejak saat itu Wakabola tumbuh berkembag menjadi
kerajaan besar di lembah Pekurehua. Dari buah kasih Ratu Bunga Manila dan
Sadunia lahirlah Puteri Posuloa.
Demikianlah ringkasan cerita rakyat
Totembunga, tetapi siapa yang menciptakan cerita ini tidak diketahui secara
pasti juga tahun berapa munculnya cerita ini. Cerita ini berdasarkan kesaksian
dari Pak Suroy mantan Ketua Adat dan Pak Tanambali mantan Kepala Desa yang
sudah dibukukan oleh tenaga teknis Bidang Seni Sastra Taman Budaya Sulawesi
Tengah, sehingga cerita ini masih ada dan masih diketahui oleh masyarakat.
Comments
Post a Comment