Kisah Jiu tian xian nu & Hua Mulan

 

Seperti yang sudah umat TAO ketahui, Jiu Tian Xuan Nu merupakan salah satu Dewi purba. Jiu Tian Xuan Nu adalah Dewi yang sering membantu pahlawan-pahlawan.

Jiutian Xuannu adalah dewi terkemuka dalam mitologi Tiongkok yang dihormati karena hubungannya dengan perang, umur panjang, dan kesuburan. Namanya diterjemahkan menjadi "Nyonya Misterius dari Sembilan Surga," dan dia dianggap sebagai Xian, atau abadi Cina. Kisahnya diselimuti misteri dan legenda, tetapi pengaruhnya terhadap budaya Tiongkok tidak dapat disangkal.

 

Etimologi namanya berasal dari kata Cina "jiu" yang berarti sembilan, "tian" yang berarti surga, dan "xuan" yang berarti gelap atau misterius. Namanya mencerminkan statusnya sebagai makhluk surgawi yang diselimuti misteri dan memiliki kekuatan supernatural. Dia juga dikenal sebagai dewi perang dan kesuburan, dan kisahnya sering dikaitkan dengan alam dan siklus hidup dan mati.

Jiutian Xuannu adalah sosok yang kompleks dalam mitologi Tiongkok, dan atributnya bervariasi dan beragam. Dia sering digambarkan sebagai pejuang ganas yang memiliki sihir bela diri yang hebat dan memiliki kemampuan untuk membuat dirinya tidak terlihat. Dia juga dikaitkan dengan umur panjang dan dianggap sebagai dewa penjaga pahlawan. Silsilah keluarganya berakar pada kepercayaan Tao, dan dia diyakini telah menjadi murid Xi Wangmu, Ibu Suri Barat.

Jiutian Xuannu adalah dewi dalam mitologi Tiongkok yang dikaitkan dengan perang, seks, umur panjang, dan kesuburan. Namanya diterjemahkan menjadi "Wanita Misterius dari Sembilan Surga," dan dia dianggap sebagai salah satu dewa paling kuat dalam mitologi Tiongkok.

Jiutian Xuannu memiliki kemampuan supernatural, termasuk kekuatan untuk membuat dirinya tidak terlihat. Dia juga terampil dalam penggunaan senjata dan dikenal karena kecerdasan dan kemampuan magisnya. Dalam mitologi Tiongkok, dia sering digambarkan sebagai pejuang ganas yang mampu mengalahkan musuh yang paling kuat sekalipun.

Jiutian Xuannu juga dikaitkan dengan kesuburan dan diyakini memiliki kekuatan untuk menganugerahkan anak kepada mereka yang berdoa kepadanya. Dia sering digambarkan menggendong bayi atau dikelilingi oleh anak-anak, melambangkan perannya sebagai dewi kesuburan.

Secara keseluruhan, Jiutian Xuannu adalah sosok yang kompleks dan kuat dalam mitologi Tiongkok, dihormati karena banyak atribut dan kemampuannya.

Jiutian Xuannu awalnya dikenal sebagai Xuannü (玄女) dalam mitologi Tiongkok. Nama Xuannü telah diterjemahkan sebagai "Wanita Kegelapan" atau "Wanita Misterius" dalam bahasa Inggris. Kata "xuan" berarti hitam, gelap, atau misterius, sedangkan "nü" berarti wanita atau wanita.

Nama Jiutian Xuannu berarti "Nyonya Misterius dari Sembilan Langit." Angka sembilan penting dalam mitologi Tiongkok, karena mewakili angka tertinggi dan pencapaian akhir. Sembilan Langit mengacu pada tingkat tertinggi surga, yang dihuni oleh para dewa dan dewi.

Jiutian Xuannu juga dikenal sebagai dewi perang, seks, langit, keadilan, penciptaan, pedang, dan umur panjang. Dia dianggap sebagai Xian, yang merupakan jenis dewa atau dewa Cina. Dia adalah yang kedua setelah gurunya Xi Wangmu dan merupakan dewa penjaga pahlawan.

Dalam mitologi Cina, Jiutian Xuannu adalah dewi yang kuat dan penuh teka-teki. Namanya mencerminkan sifatnya yang misterius dan sulit dipahami, serta hubungannya dengan surga dan ilahi.

Jiutian Xuannu adalah dewi dari banyak kekuatan. Dia memiliki kemampuan untuk membuat dirinya tidak terlihat dan dapat mengubah bintang-bintang yang mengelilingi Biduk menjadi pejuang yang dapat dia gunakan untuk mempertahankan Tiongkok jika diperlukan. Dia juga diyakini memiliki kekuatan supernatural dan magis yang memungkinkannya mengendalikan cuaca dan elemen. Selain itu, Jiutian Xuannu adalah seorang prajurit yang kuat dan dikatakan memiliki kemampuan untuk mengalahkan musuh mana pun yang melintasi jalannya.

Jiutian Xuannu dikaitkan dengan beberapa simbol, termasuk pedang, yang mewakili kekuatannya sebagai seorang pejuang. Dia juga biasa digambarkan dengan Biuk, yang melambangkan hubungannya dengan bintang-bintang dan kemampuannya untuk mengendalikannya. Simbol lain yang terkait dengan Jiutian Xuannu termasuk naga, yang mewakili kekuatan dan kekuatannya, dan phoenix, yang mewakili kecantikan dan keanggunannya.

Jiutian Xuannu biasanya digambarkan sebagai wanita cantik dengan rambut panjang dan ekspresi tenang. Dia sering ditampilkan mengenakan jubah yang mengalir dan membawa pedang atau senjata lainnya. Dalam beberapa penggambaran, dia ditampilkan mengendarai naga atau makhluk mitos lainnya. Jiutian Xuannu juga terkadang digambarkan dengan Bilang, yang ditampilkan sebagai sekelompok tujuh bintang yang disusun dalam bentuk keranjang

Jiutian Xuannu diyakini sebagai putri Kaisar Langit dan saudara perempuan Ibu Suri Barat. Dia juga dikatakan sebagai cucu dari Dewa Guntur dan Dewi Petir. Menurut beberapa catatan, dia juga terkait dengan Kaisar Huang yang terkenal, salah satu kaisar Tiongkok legendaris.

Jiutian Xuannu tidak diketahui memiliki keturunan langsung. Namun, dia dianggap sebagai dewi pelindung banyak seni bela diri Tiongkok dan diyakini telah mempengaruhi perkembangan seni ini. Banyak sekolah dan praktisi seni bela diri memberi penghormatan kepadanya dan menganggapnya sebagai leluhur spiritual mereka.

Selain itu, Jiutian Xuannu juga dikaitkan dengan konsep kesuburan dan diyakini telah berperan dalam penciptaan umat manusia. Dengan demikian, dia dianggap sebagai nenek moyang jauh dari semua manusia.

Jiutian Xuannu adalah tokoh terkemuka dalam mitologi Tiongkok, dan kisahnya telah diturunkan melalui berbagai teks sejarah. Salah satu penyebutan paling awal dari Jiutian Xuannu dapat ditemukan di Shanhaijing, kumpulan teks Tiongkok kuno yang berasal dari abad ke-4 SM. Dalam teks ini, dia disebut sebagai "Nyonya Misterius dari Sembilan Surga" dan dikaitkan dengan perang, kesuburan, dan alam.

Teks penting lainnya yang menampilkan Jiutian Xuannu adalah Baopuzi, sebuah teks Tao yang ditulis selama Dinasti Jin (265-420 M). Dalam teks ini, dia digambarkan sebagai pejuang kuat yang memiliki kemampuan untuk mengubah bintang-bintang Biduk menjadi tentara. Dia juga dikaitkan dengan umur panjang dan dikatakan memiliki kekuatan untuk memberikan keabadian kepada mereka yang layak.

Jiutian Xuannu memiliki dampak yang signifikan pada budaya Tiongkok, terutama di bidang agama dan mitologi. Dia sering digambarkan dalam karya seni dan telah menjadi subjek dari banyak puisi dan lagu sepanjang sejarah. Gambarnya juga telah digunakan dalam berbagai upacara dan ritual keagamaan.

Selain dampak budayanya, Jiutian Xuannu juga telah memengaruhi perkembangan tokoh mitologis lainnya dalam budaya Tiongkok. Misalnya, dia diyakini telah menjadi inspirasi untuk karakter Mulan, seorang prajurit legendaris yang menyamar sebagai pria untuk bertarung di ketentaraan.

 

Konon, cerita pada jaman raja satria Huang Ti yang pernah mengajarkan rakyat menanam palawija.

Sebelum Huang Ti menyatukan negara, Beliau pernah perang dasyat melawan Je Yu. Je Yu itu adalah sebangsa hewan yang aneh, badannya merupakan binatang tapi dia memakai bahasa manusia, juga makan batu dan pasir untuk hidup. Je Yu ini biasa disebut badan kuningan kepala besi.

Pada waktu perang di daerah Juk Luk, Je Yu ini membuat kabut besar yang menyebabkan tentara-tentara Huang Ti menjadi kehilangan arah. Tetapi untungnya para anak buah itu menciptakan kereta kompas. Dengan kereta tersebut, mereka baru bisa lolos dari kepungan kabut tadi.

Sedang pusing dengan taktik perang, malamnya Huang Ti bermimpi bertemu dengan Dewi SI WANG MU dan berkata padanya: “Saya akan mengirimkan utusan untuk membantu kamu, kamu akan menang perang”. Lalu Huang Ti membuat altar dan berdoa / sembahyang tiga hari tiga malam. Hasilnya, nampaklah Jiu Tian Xuan Nu (jiǔtiān xuán nǚ ), memberinya Kitab Suci, Pusaka, Buku Perang dan lain-lainnya; hingga Huang Ti dapat mengalahkan Je Yu dan dapat menyatukan negara.

Waktu itu, yang Huang Ti dapatkan adalah Buku Suci HUANG TI YIN FU CING yang dihargai oleh generasi selanjutnya.

Konon, Jiu Tian Xuan Nu pernah mambantu Sung Ciang.

Sung Ciang ini merupakan Ketua daerah Liang San Be yang sering membantu orang-orang miskin yang kekurangan.

Dalam cerita buku “SUI HU JUAN”, pada waktu Sung Ciang dalam perjalanan menuju Liang San Be, dia dikejar-kejar oleh musuh. Lalu dia bersembunyi di dalam sebuah kuil, ternyata dia diketahui oleh musuhnya, kelihatan maut sudah menunggu. Namun, pada saat detik-detik bahaya, di belakang altar dalam kuil tersebut timbul gumpalan awan hitam dan meniupkan seuntai angin keras yang dingin. Musuh yang mengejar ketakutan melihat keadaan aneh mendadak itu dan lari tunggang langgang.

Tidak lama kemudian, tampak dua anak perempuan berbaju hijau di hadapan Sung Ciang dan mengajaknya pergi untuk menemui Seorang Dewi. Dewi tersebut adalah Jiu Tian Xuan Nu. Kemudian, Sung Ciang diajak makan kurma dari DIAN dan minum arak yang harum. Jiu Tian Xuan Nu juga berkata padanya: “Saya akan memberitahu kamu tiga jilid Buku Langit, kamu harus bisa menjalankan TAO dengan baik, jadi orang harus jujur, setia kawan, setia pada negara, yang jelek dan yang sesat dikikis semua dan dikembalikan pada kebenaran”. Dewi Jiu Tian Xuan Nu juga berpesan bahwa buku-buku itu tidak boleh diperlihatkan pada orang lain, sesudah mantap, bakarlah buku-buku tersebut. Dewi juga menurunkan empat kata-kata langit yang cocok menjadi ramalan hidup Sung Ciang di kemudian hari.

Sesudah kejadian itu, Sung Ciang masih pernah bertemu lagi dengan Dewi Jiu Tian Xuan Nu, yaitu pada waktu dia jadi Jendral Dinasti Sung yang sedang perang sengit dengan tentara-tentara negeri Liaw. Dewi Jiu Tian Xuan Nu mangajarkan tehnik perang yang kongkrit.

Dewi Jiu Tian Xuan Nu selalu mengulurkan tangan waktu raja kesatria dan pahlawan-pahlawan sedang mengalami kesulitan, sehingga boleh dikata sebagai “DEWI MEMBANTU”.

Selain itu Dewi Jiu Tian Xuan Nu juga mengajarkan cara-cara perang yang kongkrit. Oleh karena itu, ada orang yang menganggap Dewi Jiu Tian Xuan Nu sebagai “DEWI PERANG”.

Hari kebesaran Dewi Ciu Thian Sian Nie adalah tanggal 9 bulan sembilan Imlek.

 

Mulan

Di Cina, Mulan dikenal dengan sebutan Hua Mulan dan ia adalah salah satu sosok wanita pejuang paling legendaris di Negeri Tirai Bambu tersebut. Kisah heroiknya bahkan telah terekam dalam teks-teks kuno dan diceritakan kembali dalam sebuah puisi populer berjudul ‘Ballad of Mulan’. Hingga saat ini, kisah tentang Hua Mulan masih terus diceritakan oleh sekolah-sekolah di Cina. Dalam bahasa Cina, ‘Hua’ berarti ‘bunga’ dan ‘Mulan’ berarti ‘magnolia’. Sejak zaman kuno, bunga magnolia sudah menjadi salah satu simbol Cina. Namun ada informasi berbeda tentang asal-usul keluarga Mulan.

Dalam teks History of the Ming, nama keluarganya adalah Zhu, tetapi dalam History of the Qing nama keluarga Mulan adalah Wei. Hanya satu informasi yang dapat dipastikan hingga saat ini, yaitu kisah Mulan memiliki keterkaitan dengan sejarah Cina pada abad ke-4 M hingga abad ke-5 M.

Kisah Mulan sebagai seorang pejuang wanita sangatlah tertanam di hati masyarakat Cina. Pada akhir masa Dinasti Ming pada tahun 1593, dramawan Xu Wei mendramatisir legenda Mulan menjadi drama dua babak berjudul ‘The Female Mulan’ atau ‘The Heroine Mulan Goes to War in Her Father’s Place’.

Tak hanya itu, versi terakhir dari kisah Mulan juga tertuang dalam novel sejarah berjudul ‘Sui-Tang Romance’ yang ditulis oleh Chu Renhuo pada abad ke-17 M.

Meski terus dikembangkan dalam berbagai versi, plot kisah Mulan masih tetap sama dari waktu ke waktu.

Kisah diawali dengan Mulan yang sedang mencuci pakaian kemudian mendengar bahwa tentara sedang merekrut anggota baru. Untuk menyelamatkan ayahnya, Huan Hu, yang tua dan sakit, Mulan pun memutuskan untuk menyamar menjadi seorang laki-laki agar direkrut menjadi anggota.

Dalam kontribusi perangnya selama 10 hingga 12 tahun kemudian, Mulan akhirnya pun memperoleh penghargaan tertinggi sebagai seorang jenderal perang, tetapi ia menolaknya dan lebih memilih kembali ke kota asalnya.

Saat perang, Mulan bertemu dengan seorang perwira bernama Jin Yong yang kemudian jatuh cinta kepadanya. Akhirnya, diketahui bahwa semua prajurit pun mengetahui identitas Mulan, ia adalah seorang wanita.

Pernah suatu ketika, sebelum masa peperangan yang sulit tiba, Mulan hadir di tengah pasukan tentara dengan menggunakan pakaian wanita. Disaat itu pulalah ia memperoleh apresiasi dari seluruh prajurit yang kemudian hormat dan kagum kepadanya.

Saat perang itu berlangsung, Mulan terlihat tegas dengan keberanian, keanggunan, dan kebijaksanaannya. Karena itulah dia menginspirasi pasukannya untuk memenangkan pertempuran untuk ke sekian kalinya.

Setelah kemenangan heroiknya, sang kaisar akhirnya ingin memberi penghargaan pada Mulan. Dia terkejut bahwa prajuritnya yang paling berani adalah seorang wanita. Namun Mulan tidak meminta apa pun selain seekor kuda untuk pulang.

Kisah Mulan ini muncul pada saat Cina menderita di bawah invasi kelompok etnis nomaden. Pemerintah pusat sepenuhnya dihancurkan oleh kelompok biadab. Perang itu mengerikan dan para pejuang membutuhkan sumber harapan.

Perang memakan waktu lebih dari tiga abad dan mempengaruhi banyak bagian Kekaisaran Cina. Karena itu, seorang prajurit wanita, dalam bentuk Mulan atau yang lain, adalah fenomena yang mengilhami tentara untuk bertarung.

Legenda Hua Mulan hidup kembali setiap kali Cina membutuhkan harapan dan inspirasi. Karakter Mulan tetap menjadi motif yang sangat populer dalam seni dan sastra. Dia tampil sebagai pahlawan wanita lebih dari 10 film dan drama teater.

Ia juga merupakan pahlawan wanita dalam novel-novel modern dan buku-buku yang diteliti. Monumennya terletak di banyak tempat di seluruh dunia. Bahkan kawah di Venus dinamai menurut namanya. Hua Mulan adalah simbol keberanian dan kehormatan.

Comments

Popular posts from this blog

4 raja naga

Asal usul Batu Badoang

Ramayana